2016/04/21

2016/04/20



Belum Setahun, Proyek PU CK Rusak

#Jalan Cor Beton Jua-jua

                KAYUAGUNG – Sungguh ironis, belum genap satu tahun usia jalan cor beton yang ada di Lingkungan I dan II, Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Cipta Karya (CK) sudah rusak.
                Informasi yang diterima proyek jalan cor beton tersebut dikerjakan pada tahun 2015 dengan lebar 3 meter dan panjang 300 meter dan menghabiskan dana sebesar Rp198 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI.
                Pantauan Ogan Ekspres di lapangan, kondisi jalan cor beton tersebut kondisinya memang cukup memperihatinkan bila dibanding dengan usia jalan yang belum genap satu tahun.
                M Nur salah seorang tokoh masyarakat setempat sangat menyayangkan kondisi jalan itu, padahal katanya umurnya baru satu tahunan. Ini artinya lanjutnya, proyek pembangunan jalan cor beton dilingkungan tersebut diduga dibangun asal-asalan.
                “Kalau dikerjaan sesuai dengan RAB nya tidak mungkin sudah rusak begini,” ujarnya, kemarin (20/4).
                Untuk dirinya berharap kepada pihak Dinas PU CK, sekiranya dapat kembali meninjau ulang kondisi jalan tersebut. Dan memberikan teguran kepada pelaksana atau pihak tiga yang mengerjakan proyek jalan cor itu.
                “Selain itu, atasnama warga kami minta dicor ulang, agar kerusakan tidak semakin parah dan Kepala Dinas PU CK kami minta agar cepat mengambil tindakan,” harapnya.
                Sementara Kepala Dinas PU CK, Madani hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dihubungi. (nia)


Aswari Jadikan Lahat Sentra Buah

PERLAHAN tapi pasti, begitulah langkah Bupati Lahat H Aswari Riva’i SE, dalam melakukan penghijauan di Kabupaten Lahat. Setiap kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, bupati yang dikenal sangat hobi berada di tengah masyarakat ini selalu menyempatkan membagi bibit pohon. Menariknya, bibit yang dibagikan bukan saja bibit yang hanya dapat menghasilkan kayu semata, melainkan bibit kayu yang dapat menghasilkan buah pun sebagian besar yang dibagikan.

Kebiasaan membagi bibit pohon ini dilakukan saat mulai menduduki kursi Bupati Lahat, lantaran Aswari Riva’i yang akrab sapa Kak Wari ini, prihatin melihat kondisi Kabupaten Lahat yang sudah mulai tidak hijau lagi.

Tak kurang puluhan ribu bibit buah-buahan telah dibagikan kepada masyarakat 367 desa, 17 kelurahan di 22 kecamatan di Kabupaten Lahat. Keberadaan bibit buah, seperti durian, mangga, rambutan, sawo, buah naga dan lain sebagainya itu, akan menjadikan Kabupaten Lahat sebagai sentra buah dimasa akan datang. Apalagi pembagian bibit buah ini terus berlanjut.

“Bila semua bibit yang diberikan kepada masyarakat ditanam, dirawat hingga berbuah, dipastikan dimasa akan datang Lahat ini akan menjadi sentra penghasil buah-buahan,” kata Kak Wari yang sudah menjabat Bupati Lahat di priode kedua ini. Menurutnya, pembagian bibit buah itu sengaja dilakukan. Selain melakukan penghijauan, bila pohon tersebut sudah berbuah, begitu banyak hasil yang didapat masyarakat.

Tentu saja ini tidak saja menguntungkan dari sisi lingkungan saja, tapi dari sisi ekonomi juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Kak Wari mengungkapkan, bila masyarakat jelih, pohon tersebut tidak memerlukan lahan yang luas. Cukup ditahan disekitar perkarangan rumah saja, sudah dapat menjadi penghijau dan hasil berupa buah akan didapat.

 “Begitu banyak lahan yang dibiarkan saja, tanpa ada penghijauan. Dari situ saya berpikir, bila dalam satu kepala keluarga saja menanam dua batang buah, berapa banyak yang akan dihasilkan nanti,” jelasnya.

Tidak jarang, Wari juga menanam sendiri pohon-pohon disela-sela membagikan bibit kepada masyarakat. Sehingga dirinya bukan semata-mata hanya mengajak, tapi dirinya juga mempraktekkan kepada masyarakat, memang dirinya berharap keseriusan masyarakat. Seperti di Kecamatan Kikim Timur, kedepan Kak Wari optimis akan menjadi kawasan penghasil buah naga. Sebab kawasan tersebut sudah disebar begitu banyak bibit buah naga.

“Kikim Timur itu akan menjadi penghasil buah naga, tapi saya yakin seluruh daerah di Lahat ini akan menghasilkan bauh nantinya,” ujarnya. Bupati Lahat yang memiliki latar belakang seorang pengusaha ini juga terus melibatkan dan mengajak perusahaan yang bergerak di Kabupaten Lahat mengajak masyarakat menghijaukan Lahat dengan mananam buah-buahan.

Sedangkan dalam Kota Lahat, hampir dipastikan tidak ada ruang yang kosong. Seluruh kawasan yang dulunya dibiarkan menjadi semak belukar, telah disulap menjadi kawasan penghijauan. Demi tercipta Kota Lahat yang sejuk, tak segan-segan Kak Wari mengajak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dan TNI untuk melakukan penghijauan lahan mereka. Sebab sebagian besar lahan dalam Kota Lahat merupakan aset PT KAI dan TNI. “Mari kita bekerja bersama-sama demi kepentingan masyarakat,” imbaunya, seraya berjanji akan terus menghijaukan Lahat. (rel)


Enam Kekuatan Diprediksi Warnai Suhu Politik di OKI
#Opini Media Sangat Dominan Pengaruhi Pemilih

KAYUAGUNG – Saat ini suhu politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), sudah mulai terlihat. Meskipun waktu pemilihanya masih terbilang cukup lama pada tahun 2018 mendatang, namun cukup berpengaruh dengan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), karena waktu pelaksanaan pilkada OKI akan berbarangan dengan pilkada Sumsel.
Untuk Kabupaten OKI sendiri, tampaknya ada enam kekuatan yang akan mewarnai suhu politik di OKI, dan dimasyarakat saat ini sudah mulai pihak-pihak yang mulai mensosialisasikan calon kandidat.
“Di desa Serinanti, saya pernah melihat ada sekelompok orang yang sudah memulai mensosialisasikan untuk mencari dukungan pada saat Pilkada di OKI, nanti,”  ungkap Heri warga setempat kepada Koran ini.
Dikatakannya, memang belum secara gamblang menyebutkan calonnya, tetapi mereka sudah mulai mengarah untuk mengajak warga menjadi relawan suksesi.
Hal senada di ungkapkan Medi, warga Desa Rangkui Jaya, menurutnya sudah dua kelompok orang yang datang kedesanya mensosialisasikan suksesi untuk pilkada di OKI kedepan.”Belum lama ini sudah ada dua kelompok yang mengajak menjadi team sukses untuk pilkada OKI, tetapi kelompok ini bukan dari tim imcamben,” ungkapnya.
Terpisah, salah satu sumber di Komisi Pemilihan Umum (KPU) OKI yang namanya tidak minta di sebut, kepada Koran ini, mengatakan, diprediksi ada 6 kekuatan yang akan mewarnai suhu politik di OKI.
Adapun kekuatan tersebut diantaranya, kelompok incumben, kelompok keluarga Mawardi Yahya mantan Ketua DPRD OKI dan mantan Bupati Ogan Ilir, kelompok Keluarga Ishak Mekki mantan bupati OKI yang saat ini Wakil Gubernur Sumsel, kekuatan Kelompok Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang jumlah kursinya di DPRD bisa mencalonkan diri tanpa perlu koalisi, kekuatan kelompok partai gurem atau partai yang suaranya di DPRD kecil dan menjalin kekuatan dengan menggabungkan diri untuk mengusung pasangan calon, dan dua kekuatan calaon independent.
Menurutnya, suka tidak suka enam kekuatan ini, akan sangat mempengaruhi bagi suhu politik di OKI, dalam pilkada mendatang, dan opini media massa sangat besar pengaruhnya pemilih dalam mendulang populeritas ataupun sosialisasi bagi para kandidat.
Sementara, pantauan di lapangan selain kekuatan kelompok tersebut diatas, ada pula nama-nama person yang mulai disebut di masyarakat untuk layak ikut berkompetisi baik menjadi bupati OKI maupun menjadi wakil bupati OKI, diantaranya yang sudah mulai mucul diantaranya, H Husin SPd, yang saat ini menduduki posisi Sekretaris Daerah (Sekda OKI), Abdiyanto (Ketua DPC PDIP OKI), Agus Hasan Mekki (Sekretaris Golkar OKI), Solahudin Jakfar (Ketua Partai Nasdem), Subhan (Anggota DPRD OKI), Juni Alpansuri (Ketua DPC Partai Hanura) dan kandidat lainnya. (dri)

2016/03/26

Ogan Komering Ilir (OKI)

SHI SERAHKAN BANTUAN BIBIT JELUTUNG

    PEDAMARAN - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sempat membuat berbagai pihak prihatin.
  Untuk itu, guna mengembalikan agar hutan  dan lahan masyarakat tetap hijau, kemarin Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dibidang lingkungan, Sarekat Hijau Indonesia Kabupaten OKI, menyerahkan bantuan bibit jelutung dan mesin pompa air ke Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran.
    "Bantuan ini merupakan program reforestasi hutan gambut," terang Syarifudin koordinator program tersebut.
  Kepala Desa Cinta Jaya, Abdullah Sani mengatakan sangat berterimakasih atas bantuan tersebut, dia juga mengimbau kepada masyarakat semoga ke depan tidak ada lagi yang melakukan pembakaran hutan secara sengaja. "Mari kita jaga lahan dan hutan kita secara bersama-sama" ajaknya. (Endri Irawan SH)

Sumsel

IPSI Siap Sukseskan Asian Games 2018
        PALEMBANG - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sumsel menyatakan akan siap mensukseskan event Internasional Asian Games 2018 mendatang. Berbagai persiapan terus dilakukan IPSI diantaranya dengan terus memperkenalkan olahraga ini ke masyarakat luas melalui berbagai event.
    Untuk semarak menyambut Asian Games, dalam waktu dekat IPSI Sumsel juga merencanakan akan menggelar kejuaraan pencak silat memperebutkan Piala Gubernur Sumsel 9-10 April mendatang. "Diharapkan dengan menggelar kejuaraan Piala Gubernur nanti akan semakin menyemarakan menyambut Asian Games serta menggelorakan olahraga pencak silat khususnya di kalangan generasi muda," ungkap Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki selaku Ketua IPSI Sumsel saat membuka kegiatan senam sehat bagi 2018 Pesilat Sumsel di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Jum'at (25/3).
     Ishak Mekki mengatakan, Senam bersama IPSI Sumsel ini selain sebagai bentuk semangat mensukseskan Asian Games, ditujukan juga sebagai momen silaturahmi antar perguruan pencak silat di Sumsel.Menurutnya, Senam bersama ini rutin dilakukan IPSI Sumsel untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.
      “ Sengaja kita gelar berbagai kegiatan pencak silat sebagai bentuk dukungan insan pencak silat dari sekitar 30 perguruan di Sumsel untuk menyambut Asian Games," ujar Ishak Mekki.
     Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumsel Muslim selaku Wakil Ketua IPSI Sumsel mengatakan, Saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar dapat memasukkan olahraga pencak silat sebagai olahraga ekstra kulikuler setiap sekolah di Sumsel.
      Menurutnya, hal ini penting karena pencak silat adalah olahraga beladiri asli dari Indonesia. Dengan olahraga silat selain melestarikan budaya bangsa, juga membentuk karakter para pemuda berprestasi dan anti narkoba.
      " Kita terus berkoordinasi dengan  Disdikpora Sumsel agar pencak silat bisa dimasukan dalam olahraga ekstra kulikuler di sekolah, rencana ini juga sudah kita sampaikan kepada Sekjen IPSI Pusat Erizal Chaniago," Tegas Muslim.
      Sementara, pembukaan senam sehat ini diawali dengan atraksi silat dari masing-masing perguruan Pencak Silat di Sumsel diantaranya memecahkan balok es, genteng dan beragam aksi lainnya.Hadir dalam kesempayan ini Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo bersama 2018 orang Pesilat Sumsel. (rel/Endri Irawan SH)

2016/03/24

WAGUB AKAN MONITORING KE SELURUH DAERAH DI SUMSEL 

      PALEMBANG - Wakil  Gubernur  (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), H Ishak Mekki, dalam waktu dekat akan melakukan kegiatan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Sumsel dalam rangka monitoring terhadap kegiatan Pemprov Sumsel di kabupaten/kota.
      Menurut Ishak, monitoring akan diutamakan melihat langsung proyek-proyek pembangunan dan berbagai bantuan baik dari Pemerintah Pusat maupun provinsi yang digulirkan di kabupaten/kota. Selain itu, proyek tahun 2016 yang sedang berjalan juga akan di monitoring sudah berjalan sesuai rencana atau tidak. Dari kendala yang dihadapi akan dilakukan koordinasi langsung dengan Kepala Daerah, SKPD di daerah bahkan akan mendengar langsung dari masyarakat, termasuk usulan dari berbagai daerah akan ditampung.
   "Akan kita lihat sejauh mana pekerjaan proyek-proyek di daerah, apakah sudah diselesaikan dengan baik, apakah tepat sasaran. Kalau belum apa kendala yang dihadapi akan kita carikan solusi," ungkap Ishak saat memimpin rapat staf dalam rangka koordinasi rencana monitoring terhadap kegiatan Pemerintah di kabupaten/kota se-Sumsel di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (24/3).
    Lebih lanjut Ishak mengatakan, secepatnya seluruh Kepala SKPD di Sumsel diminta untuk memberikan laporan terkait daftar proyek serta progres saat ini di lapangan, baik proyek fisik maupun non fisik. Dijelaskan dia, saat ini proyek pembangunan yang digulirkan Pemerintah Pusat di Sumsel sangat luar biasa khususnya di bidang infrastruktur. 
 Melihat hal ini Pemprov Sumsel mengkhawatirkan adanya kendala yang dihadapi di daerah. "Selain memastikan program pembangunan berjalan baik, monitoring juga sebagai langkah mensinergikan apa yang menjadi program dari Pemerintah Pusat dan daerah," terang Ishak.
 Ishak menambahakan, dengan adanya pertemuan langsung dengan Kepala Daerah dan masyarakat diharapkan akan mendapat masukan tentang apa saja yang menjadi kebutuham daerah untuk menjadi langkah dari program pembangunan Sumsel ke depan."Hasil yang kita dapatkan dari monitoring akan kita sampaikan kepada Gubernur, saya harapkan para SKPD yang berkesempatan bisa ikut mendampingi," tegas Ishak.
   Sementara, terkait rencana kunjungan kerja Wakil Gubernur di daerah, Sekretaris daerah Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman mengatakan, agar berjalan sukses perlu unit kerja yang menangani langsung agar bisa mendampingi.
    Menurut Mukti, sedapat mungkin Kepala SKPD diharapkan dapat mendampingi, jika memang tidak memungkinkan bisa diwakilkan dengan orang yang betul-betul menguasai. Selain itu, konsultan pengawas dan perencana proyek diharapkan juga bisa ikut mendampingi. "Terhadap kegiatan yang sudah selesai dilakukan dapat diresmikan langsung Wakil Gubernur. Selain itu, ada juga bantuan yang dapat digulirkan Pemprov kepada kabupaten/kota melalui kunjungan Wagub," pungkasnya.(rel/Editor Endri Irawan)

2016/03/23

SEJUMLAH PEJABAT RSUD DIROMBAK

      KAYUAGUNG - Sejumlah pejabat Rumah Sakit Umum (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilakukan perombakan yang ditandai dengan pelantikan pejabat baru oleh Bupati OKI Iskandar SE diwakili Sekda OKI, H Husin SPd, kemaren (23/3) di kantornya.
      Pergeseran jabatan tersebut yakni untuk eselon III, Eva Mayasari Kabag Tata Usaha dimutasi jabatan baru sebagai Kabid Rehabilitasi Badan Narkotika Kabupaten OKI. Sedangkan posisinya digantikan oleh, Iskandar Fuad yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Sarana dan Prasarana.
     Posisi yang ditinggalkan digantikan Yudo Iswanto yang sebelumnya menjabat Kabid Kesehatan Dinkes Kabupaten OKI.
      Selanjutnya Indrawati yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Pelayan Medis RSUD Kayuagung, mendapat tugas baru sebagai Bina Program Kesehatan Dinkes Kabupaten OKI.
      Herman SKm dari Kasi Kesehatan Dasar dan Kepermasian Dinkes Kabupaten OKI, mendapat jabatan baru menjadi Kabid Pelayanan Medis RSUD Kayuagung. (Endri Irawan)

ASWARI TABUH GENDRANG PERANG TERHADAP NARKOBA


9000 PNS Wajib Periksa 
Darah

GENDERANG perang terhadap narkoba, sudah ditabuh Bupati Lahat H Aswari Riva'i SE. Siapapun yang terbukti menggunakan narkoba di Bumi Seganti Setungguan, akan ditindak.Karenanya, semua PNS, honorer, dan TKS (tenaga kerja sukarela). Diwajibkan melakukan pemeriksaan darah. Pelaksanannya dilakukan secara bertahap dan tidak terjadwal. "Besok (hari ini, red) kita mulai pemeriksaan darah untuk Pol-PP di PMI," ujar Aswari, kemarin.Pemeriksaan darah dilakukan dalam bentuk donor darah. Darah yang terkumpul akan di cek satu persatu apakah mengandung narkoba atau penyakit lainnya. Jadi dua manfaat yang didapat, selain bisa menambah stok darah di PMI juga untuk memestikan yang bersangkutan bebas narkoba."Semua wajib mengikuti tanpa terkecuali termasuk kepala dinas. Hari ini saya sudah tes dan silakan cek darah saya atau badan saya sehat. Sebelum saya mengintruksikan pegawai saya sudah duluan,"tegas Aswari, saat mendadak melakukan tes darah di kantor PMI Lahat, Selasa.Aswari memastikan tidak ada satu pegawaipun yang lolos dari pemeriksaan tes darah yang akan dilakukan. Selain akan mengerahkan Pol PP dan bekerjasama dengan satnarkoba Lahat, dirinya akan menongkrongi dan melihat langsung jalanya pemeriksaan. "Semua pegawai wajib. Saya akan berkantor di PMI untuk memantau proses pemeriksaan darah bagi pegawai,"jelasnya.Menurut Aswari, pemeriksaan sendiri akan dilakukan secara rutin tiga bulan sekali bagi kalangan pegawai secara berkala. Jika memang ada yang terbukti mengkonsumsi narkoba akan dilakukan pembinaan dan jika tak bisa dibina maka akan dibinasakan. Menurutnya narkoba sangat merusak tak hanya bagi pelaku tapi juga bagi keluarga, lingkungan termasuk nama baik daerah. "Sudahlah narkoba itu tidak ada gunanya. Merusak, menjerumuskan. Kita akan tetap perang lawan narkoba,"tegasnya kembali.Selain untuk pemeriksaan pengguna narkoba juga untuk mendeteksi pegawai yang terkena HIV AIDS, hipatitis A dan B serta jenis penyakit lainya. Tak hanya itu, dirinya juga meminta pegawai bisa langsung mendonorkan darahnya jika semuanya donor bisa 600 kantong darah terkumpul.Tak cuma disitu, Aswari berjanji memberi reward uang Rp 5 juta kepada Satnarkoba Lahat jika mereka menangkap pejabat di pemerintahan Lahat terbukti menggunakan narkoba. "Kita tidak main-main memerangi narkoba," tegasnya.Joko, salah satu pegawai Pemda Lahat  sangat mendukung langkah Bupati Lahat tersebut. Bahkan dirinya sependapat jika ada pegawai yang terbukti mengkonsumsi narkoba langsung diserahkan ke aparat berwajib dalam hal ini kepolisian. "Saya kira seruan tersebut mulia sekali karena bupati Lahat ingin semua pegawai tak hancur oleh narkoba. Apalagi selama ini bupati terus gencar sosialisasi dan mendukung perang terhadap narkoba,"ujarnya.  (Infohumas)Powered by Telkomsel Blac9W

HUMOR KITO

Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.
Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya… takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah diomong-omongin…”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter.”
Tiba-tiba datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.
Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!”
Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami, Pak.”
Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”
Keesokan harinya…
Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!): “Kalau saya tidak mau bayar, bagaimana?”
Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus… nanti istri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.”
· · · · · · *.*_& (roel)
15 HAL RESIKO BERCINTA DENGAN JOURNALIS

1. Dia bisa mendadak membatalkan janji ketika dapat tugas meliput.
2. Tak henti-hentinya ia mengajakmu berdiskusi tentang sebuah isu yang lagi hangat.
3. Kalau dia sudah sibuk kerja, dia bisa lupa sama segalanya termasuk menghubungimu.
4. Meski kadang membatalkan janji karena urusan pekerjaan, dia orangnya tepat waktu.
5. Jangan tersinggung ketika ia sering mencoba untuk membetulkan kata dan tata bahasamu.
6. Kalau ia sudah penasaran dengan sesuatu, dia akan menggali semua info yang ada.
7. Dia bisa mudah menebak isi pikiranmu dengan memperhatikan bahasa tubuhmu.
8. Berdebat dengannya bisa seru sekaligus melelahkan.
9. Kejujuran darimu sudah jadi jaminan dia akan terus ada di sisimu.
10. Dia orangnya "tahan banting" jadi kamu bisa mengandalkannya untuk jadi pelindungmu.
11. Kalau dia sudah sibuk dengan pekerjaannya, kamu bisa diabaikan begitu saja.
12. Kadang dia butuh waktu sendiri bukan karena membencimu tapi karena ada reportase atau kasus yang sangat menguras energinya.
13. Wajahnya yang kucel bukan karena malas membersihkan diri tapi karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
14. Kalau dia tanya banyak hal, jangan keburu tersinggung karena itu sudah bawaan dari pekerjaannya.
15. Jangan kaget kalau dia bisa sangat marah saat kamu telat, karena ia menganggap setiap detik waktu itu sangat berharga. (Net)
TERTIBKAN PKL DI RSUD    
KAYUAGUNG - Guna memberikan pelayanan terbaik bagi para pasien dan keluarga pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). SATUAN polisi Pamong Praja (SatpolPP) melakukan penertiban terhadap pedagang kakilima (PKL) yang sering mangkal di pelataran rumah sakit tersebut.      Kasat PolPP Alex melalui Kepala Seksi (Kasi) Operasionl (Ops) kepada Ogan Ekspres mengatakan, penertiban ini dilakukan atas kerjasama pihak RSUD dan Sat PolPP OKI.     "Dalam penertiban ini kita mengerahan puluhan anggota Sat PolPP dan alhamdulillah berjalan dengan aman," ungkapnya...

2009/06/11

Bayi 41 Hari Tewas Usai Diimunisasi, * Diduga Tewas Korban Malpraktik


KAYUAGUNG - Seorang bayi yang baru berusia 41 hari bernama Mutiara, warga Desa Tanjung Temiang, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), akhirnya merenggang nyawa di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), setelah mengalami panas tinggi dan kejang-kejang, Kamis, sekitar pukul 12.10 WIB.
Buah hati Junaidi (35) dan Hermawati (29) itu diduga menjadi korban malpraktik Bidan Desa Tanjung Temiang bernama Yusmiyati, karena sebelum meninggal dunia bayi tersebut pada 28 Mei lalu pernah disuntik imunisasi di Posyandu setempat oleh Bidan Yus.
Sejak diberikan suntikan imunisasi itu, tubuh korban mengalami demam tinggi 38 derajat celcius serta kejang-kejang.
Agoel Librandio, salah seorang keluarga korban mengatakan, bayi malang tersebut sempat kritis semalaman, sehingga dirujuk ke RSUD Kayuagung dan siang harinya korban meninggal dunia.
Musibah tersebut tentu saja membuat orang tua korban merasa terpukul, karena saat datang ke Posyandu Desa Tanjung Temiang, Mutiara dalam kondisi sehat walafiat tanpa ada keluhan apapun.
“Anak saya dalam kondisi sehat ketika dibawa ke Posyandu, tetapi setelah diberikan suntikan imunisasi, Mutiara mengalami panas tinggi, kejang-kejang dan akhirnya meninggal dunia,” kata Agoel meniru keluhan Junaidi yang disampaikan kepadanya.
Agoel menjelaskan, orang tua korban rencananya akan meminta pertanggung-jawaban terhadap bidan desa tersebut, karena dianggap lalai memberikan pelayanan.
“Memang arahnya telah terjadi malpraktik yang dilakukan oknum bidan desa itu, sehingga orang tua korban meminta pertanggung-jawabannya,” ucap anggota DPRD OI dari Partai Demokrat tersebut.
Kepala Puskesmas Tanjung Raja dr Hj Dhanita Amir, saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang telah dilakukan Bidan Desa Yusmiyati telah sesuai dengan prosedur medis, namun pihaknya mengakui jika bayi tersebut mengalami demam tinggi dan kejang-kejang setelah disuntik Disteri Pertusi Tetanus (DPT) HB dengan 5 dosis @ 0.5 ml.
“Apa yang kami lakukan telah sesuai dengan prosedur medis, namun kami tidak menyangkal jika balita tersebut mengalami demam tinggi dan kejang-kejang setelah disuntik,“ ungkapnya.
Menurut Dhanita, persisnya 5 Juni 2009, Hermawati dan Mutiara datang lagi ke rumah Yusmiyati, karena korban mengalami panas tinggi dan saat itu Bidan Desa tersebut memberikan sirup parasetamol untuk menurunkan panas.
Tetapi, panas korban tidak turun, lalu saat melihat kondisi Mutiara semakin parah, orang tuanya pun langsung membawa bayi itu ke Puskesmas Tanjung Raja untuk mendapatkan perawatan.
Namun, belakangan tubuh bayi malang itu justru semakin panas yang disertai dengan kejang-kejang dan selanjutnya pihak Puskesmas Tanjung Raja memutuskan untuk merujuk pasien ke RSUD Kayuagung, karena keadaan pasien sangat kritis.
Dhanita menambahkan, memang ada gejala yang timbul akibat suntikan DPT, yakni Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), namun kondisi tersebut terbilang biasa terjadi dan pihak Puskesmas Tanjung Raja tidak lepas tangan begitu saja dengan apa yang terjadi pada balita tersebut.
Sementara dr Laili, dokter yang menangani bayi malang tersebut mengatakan, pasien menderita meningitis (radang selaput otak), namun karena terlambat dirujuk, akhirnya balita tersebut meninggal dunia.
“Jika pasien tidak terlambat dirujuk maka bisa diselamatkan, karena balita tersebut menderita meningitis atau radang pada selaput otaknya dan kondisi terakhirnya terdapat benjolan di ubun-ubun, serta gejala letargi (tubuh lemah),“ kata Laili.
Kepala Dinas Kesehatan OI drg H Izwar Arfanni MKes menyangkal bila balita malang itu meninggal dunia akibat malpraktik yang dilakukan Bidan Desa Tanjung Temiang.
“Itu bukan korban malpraktik, karena korban dibawa Posyandu untuk diberikan suntikan imunisasi, tetapi diduga balita tersebut sakit akibat daya tahan tubuhnya tidak kuat diberikan suntikan imunisasi,” katanya sembari berjanji akan menyelidiki penyebab kematian Mutiara itu. (ian/eka)

Kades Tak Bisa Diangkat jadi PNS

JAKARTA - Jumlah kepala desa (kades) yang sangat banyak tidak memungkinkan mereka untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, dengan jumlah desa yang mencapai 70.661, maka beban keuangan negara akan semakin berat bila harus menggaji kades. Terlebih, Sekretaris Desa (sekdes) juga sudah diangkat menjadi PNS.
Mendagri Mardiyanto mengatakan, pihaknya menghargai aspirasi yang menginginkan kades juga diangkat menjadi PNS, sebagaimana sekdes. Namun, dia berharap masyarakat bisa memahami beban keuangan negara. “Kalau kepala desa diangkat menjadi PNS, padahal sebentar lagi masuk usia pensiun, maka negara juga harus memberikan uang pensiunan. Kalau sudah meninggal, masih juga harus memberikan pensiunan janda kepada istrinya. Ini cukup berat,” ujar Mendagri Mardiyanto usai memberikan pengarahan dalam acara Seminar dan Silaturahmi Nasional Forum Komunikasi Pamong Praja di Jakarta, Kamis (11/6). Sebelumnya, di acara tersebut Mardiyanto sudah menjelaskan hal itu.
Alasan lain, masih kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu, struktur pemerintahan desa sangat berbeda dengan struktur pemerintahan pada umumnya. Seorang kades pun, biasanya terpilih karena dia seorang tokoh masyarakat di desa itu. Dulu, kades bisa menjabat seumur hidup. Lantas, dalam perkembangannya, dibuat aturan bahwa kades hanya bisa menjabat selama delapan tahun. “Sekarang menjadi hanya enam tahun, dan dapat dipilih untuk satu kali lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mardiyanto berharap, dari acara seminar yang digelar para alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu bisa diperoleh masukan mengenai model pemerintahan desa yang ideal, termasuk bagaimana mengatur mengenai jabatan kades. Dikatakan, saat ini sedang dirancang revisi Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Rencananya, UU itu akan dipecah menjadi tiga, yakni UU pemerintahan daerah, UU tentang pilkada, dan UU tentang pemerintahan desa.
Pernyataan Mardiyanto mengenai bisa tidaknya kades menjadi PNS, terkait dengan usulan sekitar 800 kades dari 16 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang minta agar diangkat menjadi PNS. “Dengan diangkatnya Sekda jadi PNS, satu sisi kami bersyukur tapi satu sisi telah menimbulkan kecemburuan Kades dan Perangkat Desa,” ujar Ketua DPD Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Ipin Aripin, kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bandung, Jawa Barat, 4 Juni 2009.
Dalam tanggapannya, Jusuf Kalla tidak menjanjikan kades akan dijadikan PNS. Capres dari Golkar dan Hanura itu hanya mengatakan, sudah selayaknya ada tunjangan jabatan untuk kepala desa. Ini sama halnya seperti bupati, gubernur bahkan presiden.
Aspirasi yang sama muncul saat Jusuf Kalla ke Sidorajo, Jawa Timur, 9 Juni 2009. Dalam forum silaturahmi dengan 1000 kepala desa se-Jawa Timur itu, JK menjelaskan tunjangan kades yang dijanjikan tahun depan diberikan, akan diatur dalam UU Pemerintahan Desa. JK mengatakan besaran tunjangan jabatan untuk kepala desa diharapkan lebih tinggi dibandingkan sekdes yang saat ini sudah menjadi PNS. (sam/JPNN)

HUMOR KITE/Hati-hati Rahasia Anda Bisa Diketahui PLN

HUMOR KITO

Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.
Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya… takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah diomong-omongin…”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter.”
Tiba-tiba datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.
Tukang Rekening PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri: “Bapak tahu dari mana…? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!”
Suami: “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Tukang Rekening PLN: “Semua tercatat di kantor kami, Pak.”
Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”
Keesokan harinya…
Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!): “Kalau saya tidak mau bayar, bagaimana?”
Karyawan PLN: “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami: “Maknya di kupyak…? Lha, kalo diputus… nanti istri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN: “Kan masih bisa pakai lilin.”
· · · · · · *.*_& (roel)

* Ayudya Bing Slamet Pasca Kasus Foto Ciuman, Ogah Bicara Pacar


Bintang sinetron Ayudya Bing Slamet pernah membuat heboh dengan kasus foto ciumannya dengan sang kekasih yang beredar di internet. Ayu yang kini jarang terlihat di layar kaca, ogah menjawab saat ditanya soal siapa pacarnya sekarang.
“Aku nggak mau jawab. Nggak disembunyiin. Punya sih tapi ya udah lah,” ujarnya malas saat ditemui di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kemarin.
Ketimbang membicarakan kekasihnya, Ayu lebih suka berbagi soal kesibukannya sekarang. Dara 18 tahun itu mengaku tengah sibuk syuting sinetron stripping dan kuliah.
Ayu saat ini tercatat sebagai mahasiswi semester dua Universitas Bina Nusantara jurusan Manajemen. Sejauh ini, bintang sinetron Cowok Impian itu bisa membagi waktu antara kuliah dan pekerjaannya di dunia akting.
“Kuliah aku nggak banyak kok. Kuliah menurut aku penting banget untuk nentuin ke depannya gimana,” tandas Ayu. (roel)

Pengikut

Office

Foto saya
Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, sumatera selatan, Indonesia